<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103</id><updated>2011-07-30T22:17:56.604-07:00</updated><category term='otonomitas'/><category term='kemakmuran'/><category term='Indonesia'/><category term='sejarah anarki'/><title type='text'>Doktrin Anarki Indonesia</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-240278035426748710</id><published>2011-02-27T00:48:00.001-08:00</published><updated>2011-02-27T00:49:40.192-08:00</updated><title type='text'>ANARKI MELANDA AFRIKA UTARA DAN DUNIA ARAB</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-dRIacWCvVXk/TWoQBT5DtjI/AAAAAAAAACM/E1cWDkxlCI4/s1600/tunisie-revolution-de-jasmin-photos.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 233px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-dRIacWCvVXk/TWoQBT5DtjI/AAAAAAAAACM/E1cWDkxlCI4/s400/tunisie-revolution-de-jasmin-photos.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578288703157286450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Api revolusi bermula dari keputusasaan, ketidakmampuan seorang mahasiswa yang meskipun telah dengan susah payah menempuh tangga akademika untuk memperoleh sebuah tempat dalam sistem masyarakat. Langkah awalnya dimulai dengan upaya marhaenis untuk merubah nasib dengan cara berjualan buah-buahan di jalan sebagai langkah terakhir untuk membuat hidupnya berarti dihadapan sistem (Le systeme). Namun apa daya, birokrasi sistem yang mengekor pada sifat negara yang absolut, dingin dan tanpa perasaan menghalangi dia untuk memberikan penghidupan bagi keluargannya walau hanya sebagai pedangang buah Marhaen. Kaki tangan otorita negara meluluhlantahkan dagangannya dengan dalil tidak ber izin dari otorita dingin bernama negara Tunisia. Tertekan oleh eksistensi, terbunuh hatinya oleh ketakutan akan kehidupan dan sistem otoriter, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, sumber dari kesadaran dan penderitaan dengan membakar dirinya.&lt;br /&gt; Api yang meresep kedalam daging dan sum-sum tulangnya membawa rasa sakit yang mendalam dan hanya bisa di-ekspresikan melalui teriakan dan jeritan. Lengkaplah penderitaan jiwa dan raga dihadapan sang penindas : negara. Manusia disekitarnya, dalam satu teritori dengannya tertular dagingnya oleh rasa sakit sang mahasiswa. Pemuda penganguran lainnya tertusuk nalarnya : “perlukah mereka melakukan bakar diri massal ?”. Rasa sakit seorang manusia marhaen melahirkan penderitaan pada seluruh komponen masyarakat. Sekrup-sekrup kapitalis mulai usang, ujung tombak penguasa tidak lagi merefelksikan rasa takut. Bayangan api membakar diri setiap orang, bayangan masa depan tanpa harapan menghantui setiap individu. Dalam gerakan massa umum, masyarakat terkungkung oleh negara (Warga negara) mematahkan besi-besi yang membelenggu mereka. Tanpa gentar terhadap peluru dan pentungan massa organik bergerak menurunkan pemimpin diatas struktur illusif bernama negara. Kesadaran individu menjadi kesadaran umum, setiap individu menjadi satu, mengetahui bahwa dengan bergerak bersama maka semua sistem dapat diruntuhkan. Kaki tangan sistem hanya segelintir, meskipun bersenjata mereka tak akan mampu hidup tanpa kaum marhaen, tanpa kaum marjinal, tanpa mahasiswa yang kelak akan menajdi skrup-skrup sistem pelayan kapitalisme internasional. Dari satu hati perlahan seluruh Tunisia bergerak meruntuhkan otoritas dan berhasil-lah mereka. Ben Ali kabur bak buronan. Beberapa lama kemudian, massa Mesir melakukan hal yang sama dan berhasil pula. Kini keseluruhan jazirah Arab dan Afrika Utara menyadari bahwa kekuasaan segelintir atas semua harus dihentikan dan dimusnahkan. Manusia itu bebas, segala konstruksi reotoris seperti negara, bangsa dan hukum hanya mengungkung dan memperbudak. Masyarakat Arab kini menyadari bahwa musuh utama mereka adalah return to status quo dan kembali menjadi komponen dari sistem. Kesadaran inilah inti dari Anarkindo, karena bangsa Indonesia sudah mengenal anarki jauh sebelum menegnal negara. Saatnya menghidupkan kembali Anarkindo dan sambut sebuah dunia tanpa penguasa !!! Salam Revolusi !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-240278035426748710?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/240278035426748710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=240278035426748710' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/240278035426748710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/240278035426748710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2011/02/anarki-melanda-afrika-utara-dan-dunia.html' title='ANARKI MELANDA AFRIKA UTARA DAN DUNIA ARAB'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dRIacWCvVXk/TWoQBT5DtjI/AAAAAAAAACM/E1cWDkxlCI4/s72-c/tunisie-revolution-de-jasmin-photos.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-6558658531261266581</id><published>2010-05-27T19:50:00.000-07:00</published><updated>2010-05-27T19:53:25.683-07:00</updated><title type='text'>Anarki di Indonesia : Anarkindo Bergelora</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/S_8wEIy88tI/AAAAAAAAABo/_RjVnPBEMcs/s1600/anarki.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/S_8wEIy88tI/AAAAAAAAABo/_RjVnPBEMcs/s400/anarki.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476148519544615634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi, kebebasan telah membebaskan bangsa Indonesia kembali. Kini masyarakat telah menyadari sifatnya sebagai mahkluk bebas dan merindukan kebebasan. Anarkindo mulai berkumandang di seantero nusantara. Dari keributan di Makassar, Pesta rakyat pasca pertandingan bola, pemukulan wartawan oleh Ormas dan pertempuran mahasiswa-Fakultas di Universitas Sumatra Utara. Semua kejadian diatas menandakan bahwa bangsa Indnesia tekah menemukan kembali hakikatnya sebagai “creature barbare” dan kini sedang dalam proses membebaskan diri tehradap penjara dan jeratan hukum asing barat warisan penjajahan. Manusia Indonesia terlahir bebas lantas diborgol oleh kehendak asing melalui kekuasaan kapitalisme asing melalui pemerintah dan birokrasi. &lt;br /&gt;Semua produk yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik senanatiasa dirumuskan oleh kaum kapitalis global melalui sistem demokrasi yang mereka bentuk di Indonesia dan wakil-wakil rakyat yang haus uang akibat sistem politik yang lebih merupakan sistem investasi dimuka. Hanya saja, kini rakyat mulai menyadari bahwa mereka sesunguhnya berdaulat atas tanah masing-masing. Sistem hukum yang selam ini ada tak lain dari perwujudan kehendak kapitalisme lokal dan global yang berlindung dibalik suatu sistem manajemen norma yang disebut hukum dan elemen mistik-religius. Dapat dikatakan bahwa pembebasan  rakyat di seantero nusantara adalah kemerdekaan kedua.&lt;br /&gt;Anarkindo, jiwa bangsa, anarkindo ekspresi kebebasan sejati. Anarkindo budaya bangsa dalam melawan kezaliman sistem, suatu universalisme yang mengahargai individualisme kommunautarian. Dalam kebersamaan, manusia dihargai dan tidak hanya angka dalam statistik BPS semata. &lt;br /&gt;Merdekalah bangsaku dari Kapitalisme global, anarkindo bergelora, bebaskan !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-6558658531261266581?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/6558658531261266581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=6558658531261266581' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/6558658531261266581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/6558658531261266581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2010/05/anarki-di-indonesia-anarkindo-bergelora.html' title='Anarki di Indonesia : Anarkindo Bergelora'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/S_8wEIy88tI/AAAAAAAAABo/_RjVnPBEMcs/s72-c/anarki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-1642008427046743271</id><published>2010-05-10T07:56:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T07:58:49.456-07:00</updated><title type='text'>MASS DEMOCRACY (DEMOKRASI MASSA)</title><content type='html'>What is Indonesian Democracy ? It is Mass Democracy. And what is mass democracy ? It is democracy where the mass is ruled by one sole reason. Indonesian mass democracy is the core of Anarkindo. In Anarkindo, people won’t need a government for the reason that the volounty of the mass bestowed in tout un chacun shall remplace the state functions. Just imagine how a riots starts in Indonesia, where a person takes the initiative. Mass democracy, consists of the same steps and this will constitute a mechanism of anti-cratie. In other words, Anarkindo shall always guarantee the liberty of all men by their volounty. For this to be met, the following conditions must be fullfilled : (1) The expropriation of all property, (2) Establisment of people’s court as stated in the Anarkindo code, (3) Total liberty and indoctrination. These points shall be explained furthermore. Mass democracy shall bring Indonesia to prosperity and break the capitalism rule over the land !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-1642008427046743271?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/1642008427046743271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=1642008427046743271' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/1642008427046743271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/1642008427046743271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2010/05/mass-democracy-demokrasi-massa.html' title='MASS DEMOCRACY (DEMOKRASI MASSA)'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-104289678413582603</id><published>2010-05-10T07:42:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T07:45:36.662-07:00</updated><title type='text'>STEPS TOWARDS ANARKINDO</title><content type='html'>It is funny how the capitalist owned media expose the lamentable state of its servant government. From coruption to breach of moral code, all exposed in a bulk of uncertainty for the good of industrial anarchy. Indonesia’s anarchy is actually static and pending to shift from mobocracy to nihilicracy, a term that the author uses to describe a situation of no values. The sole problem is that amidst the ongoing trend towards absolute relativism, the country still upholds the law of the ruling class, the law of trancendant power, and the rule of the corrupted. Anarkindo, shall gradually be achieved through the failure of each power to affirm and finally gain power in the end of battles.&lt;br /&gt; The pseudo liberal-bougeoisie situation is nothing more then a transition towards the abolition of property and the rule of all masses (demokrasi massa). When the corrupted system could no more support the pressure of it’s own system, the anarkindo thinkers would cease the situation and re-establish the natural liberty bestowed upon free humans as in ancient time. Stating Rousseau, the people of Indonesia shall once again dispell the chains of dogmatism, liberal capitalism and regain it’s nature of wildness : Anarkindo. A territory of free minds, free souls and freedom itself.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-104289678413582603?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/104289678413582603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=104289678413582603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/104289678413582603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/104289678413582603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2010/05/steps-towards-anarkindo.html' title='STEPS TOWARDS ANARKINDO'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-1319286581891229767</id><published>2009-08-25T21:46:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T22:01:31.501-07:00</updated><title type='text'>Demokrasi Indonesia Berlandaskan Anarki</title><content type='html'>Pintu gerbang Informasi mulai terbuka secara lebar bagi bangsa Indonesia. Berbagai macam pemikiran, paham, paradigma membanjiri ranah intelektualitas nusantara. Sebagian besar bilamana tidak semuanya berasal dari luar negeri sehingga turut membawa latar belakang historis dan sosial yang belum tentu sesuai dengan bangsa. Berbagai peraturan perundang-undangan lahir dari penjiplakan langsung (pengesahan) konvensi-konvensi Internasional yang tak lain merupakan pemaksaan asing terhadap kebijakan sosio-eko-pol Indonesia.&lt;br /&gt;    Sekilas terlihat adanya landasan hukum dalam berdemokrasi di Indonesia namun pada kenyataanya, semuanya mengikuti mekanisme pasar politik yang pada asasnya "chaotique". Jabatan ditentukan berdasarkan "lobby" semata tanpa melihat kemampuan. Bahkan bidang pendidikan mulai diracuni oleh paham pasar. Rakyat dibiarkan bodoh dan sengsara ditengah derasnya arus pemikiran-pemikiran yang sebagian besar bertentangan dengan dasar negara dan budaya bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Hanya saja, bangsa Indonesia memiliki ideologi laten yakni anarki Indonesia. Penerapannya telah dijiwai oleh seluruh anak bangsa. Demokrasi di Indonesia kini berlandaskan pemikiran anarkI Indonesia walau dihiasi oleh rumusan hukum yang semu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Singkat kata, sudah tidak dapat dinegasikan kembali bahwa berbagai paham dan pemikiran asing yang mennegelamkan nusantara akan membawa bangsa Indonesia kepada hakikatnya yakni anarki nusantara , paham liberatarian , religio-mistik dan anti-legal yang hidup secara alami dalam benak semua bangsa. Demokrasi membawa Indonesia kepada ranah konkretisasi ANARKINDO !!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-1319286581891229767?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/1319286581891229767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=1319286581891229767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/1319286581891229767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/1319286581891229767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/08/demokrasi-indonesia-berlandaskan-anarki.html' title='Demokrasi Indonesia Berlandaskan Anarki'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-1327086065415672696</id><published>2009-08-24T15:01:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T15:19:15.059-07:00</updated><title type='text'>Kekuasaan dibalik Idealisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/SpMR2uDkDYI/AAAAAAAAABQ/THy35F6qxZU/s1600-h/freedom.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 97px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/SpMR2uDkDYI/AAAAAAAAABQ/THy35F6qxZU/s400/freedom.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373658412156718466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  Setelah membaca dan menyelami berbagai macam pemikiran dan "isme-isme" kontemporan dan klasik dalam bidang Ekonomi politi, legal-politik maupun sosial politik, penulis mencapai sebuah observasi. Dalam setiap masyarakat ( societe ), manusia senantiasa mengorganisasi kekuasaan dan menempatkan sebuah pembenaran terhadap langkah upaya menggapai puncak struktural di tengah manusia lainnya. Dahulu kala digunakkan kekuatan kebodohan yakni tradisionalisme mistik dan kharisma yang berkembang dan bergeser menjadi kekuatan religi (lihat kekuasaan gereja di eropa  barat) dan kemudian kekayaan (wealth) pada era kapitalistis klasik. &lt;br /&gt;   Kini manusia dunia pada umumnya sudah memeluk pembenaran sekuler-intelektual yang mengutamakan kemampuan dalam kepemimpinan. Hanya saja, dinamika dunia membawa manusia dunia terutama pada dunia ketiga seperti Indonesia kepada kekuatan religi layaknya gerakan tarbiyah dan solusi kepemimpinan islam. Sifat supra-empiris / transendental dari pembenaran religi atas suatu kekuasaan memberikan keleluasaan berkembangnya paham pan-arabisme / islamisme di Nusantara dan di dunia.&lt;br /&gt;    Diluar pertarungan sengit antar konstitualisme sekuler dan kalifa-transenden , terdapat jiwa kebebasan dalam konteks ke-Indonesia yakni ANARKINDO.&lt;br /&gt;  Anarkindo lahir dalam suasana kemerdekaan dan semangat kebebasan post reformasi dengan tujuan yakni kebebasan dalam kebersamaan. Anarkino bukanlah kekuasaan dibalik idealisme palsu atau dipaksakkan. Karena manusia terlahir bebas, para oligarkh dan politikuslah yang memkasakkan kekuasaan kepada manusia bebas sehingga menjadi budak masyarakat dan hamba sesamanya ( exploitation de l'homme par l'homme ). Maka seyogyianya kebebasan manusia Adat Indonesia ini dipertahankan dan lakukan perlawanan terhadap isme-isme oppresif karena paham baik transenden maupun sekuler ini semuanya lahir dalam kebebasan dan demokrasi dengan tujuan memberangus kebebasan itu sendiri. Biarkan manusia republik hidup dalam keadaan penegakkan hukum semu dan tetap bebas dalam berkarya dan hidup karena itulah hati nurani bangsa : ANARKINDO.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-1327086065415672696?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/1327086065415672696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=1327086065415672696' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/1327086065415672696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/1327086065415672696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/08/kekuasaan-dibalik-idealisme.html' title='Kekuasaan dibalik Idealisme'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/SpMR2uDkDYI/AAAAAAAAABQ/THy35F6qxZU/s72-c/freedom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-7654873367228501541</id><published>2009-08-24T14:52:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T15:01:00.993-07:00</updated><title type='text'>Anarkindo dan Ramadhan</title><content type='html'>Ramadhan, bulan suci penuh himah bagi kaum muslim di seluruh dunia termasuk yang terdapat di Nusantara. Sesaat hendaknya budaya kekerasan dan kebencian yang menjadi corak utama budaya Anarkindo bangsa dikesampingkan agar dapat mencapai ridho yang maha esa. Namun suatu budaya tetaplah budaya, Anarkindo tetap terlihat di jalan-jalan dimana baik hukum manusia maupun hukum tuhan dilanggar. Secara theologis, setan terikat pada bulan ramadhan namun mengapa kerusakan tetap terjadi di muka bumi ?&lt;br /&gt;Dalam paradigma bulan suci yang dipadukan budaya anarki bangsa seyogyianya dapat ditemukan jawaban atas hal ini : Manusia dimanapun menghendaki kebebasan seluas-luasnya dan hanya tunduk kepada dzat yakni tuhan semata. Maka selama arka-arka kekuasaan manusia masih ada maka tetap akan ada perlawanan. &lt;br /&gt;  Selamat menunaikan Ibadah Puasa , semoga tercapai kemenangan di akhir bulan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-7654873367228501541?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/7654873367228501541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=7654873367228501541' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/7654873367228501541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/7654873367228501541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/08/anarkindo-dan-ramadhan.html' title='Anarkindo dan Ramadhan'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-3183829070015307415</id><published>2009-08-24T14:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T14:51:36.734-07:00</updated><title type='text'>Penegasan Kembali Anarkindo : Manifesto Anarkindo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/SpMLYClc2iI/AAAAAAAAABI/D6rDHZKVONg/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/SpMLYClc2iI/AAAAAAAAABI/D6rDHZKVONg/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373651288021850658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anarkindo merupakan bentuk penjabaran dan konkretisasi budaya anarki yang hidup dalam budaya dan jalan hidup bangsa indonesia. Anarki berbeda dengan Anarkisme dalam artian paham. Hal ini mengingat dalam terminologi Anarkisme sendiri sudah terjadi sebuah "contradictio in terminis" atau pertentangan terminologis antara hakikat anarki yang meniadakan struktur, konsep, paham kekuasaan dan "isme" yang melandasi suatu paham kekuasaan tertentu. Anarki sudah lama hadir dalam kehidupan bangsa bahkan jauh sebelum bangsa eropa barat menginjakkan kaki mereka di tanah air. Anarki di Indonesia dapat diuraikan dalam beberapa sub bentuk. Diantaranya konsep pergerakan sporadis , eksistensi konkrit yang laten , dan penjelamaan dalam kebiasaan adat.&lt;br /&gt;    Pada asasnya ANARKINDO memiliki tujuan konkrit yang mulia yakni menjamin kebebasan absolut bangsa dalam rasa kebersamaan baik bertendensi positif vis a vis pembangunan maupun negatif. Hal yang negatif berupa kebersamaan dalam perusakan. &lt;br /&gt;    Singkat kata anarkindo bukanlah paham konsep hasil pemikiran seorang ahli tetapi hasil budaya asli bangsa yang hidup dalam "civil society" dalam bentuk perlawanan dan pembangkangan terhadap berbagai peraturan dalam bentuk terbarunya (NEO-ANARKINDO) bebentuk pengakalan/ deviasi terhadap peraturan yang ada dan sudah jelas. Contoh konkrit budaya Anarkindo adalah budaya "nyogok", "ABS", "NGULU WAKTU/ NGARET" dan "mengamuk". &lt;br /&gt;     Kumpulan dari budaya a-legis ini yang membentuk karakter dan watak bangsa yang demokratis dan libertarianis secara alami. Kebebasan dalam ANARKINDO tidak tertuang dalam konstitusi atau contrat sociale melainkan melalui proses interaksi sosial dan kebersamaan absolut dalam segala aspek kehidupan bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-3183829070015307415?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/3183829070015307415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=3183829070015307415' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/3183829070015307415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/3183829070015307415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/08/penegasan-kembali-anarkindo-manifesto.html' title='Penegasan Kembali Anarkindo : Manifesto Anarkindo'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/SpMLYClc2iI/AAAAAAAAABI/D6rDHZKVONg/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-6976493780223638888</id><published>2009-08-05T20:18:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T20:32:00.498-07:00</updated><title type='text'>Hukum Alat Elite dalam Menghadapi Massa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/SnpOqo2vpjI/AAAAAAAAABA/lmvcYpWqjQ0/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 77px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/SnpOqo2vpjI/AAAAAAAAABA/lmvcYpWqjQ0/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366688400393872946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   Dalam ranah perpolitikan terdapat hubungan antara dua kelompok yakni kaum elite dan Massa. Hubungan ini diakomodir oleh alat bernama perangkat hukum. Kelompok elite membentuk organisasi bernama negara untuk menegendalikan massa. Pada asasnya negara dianggap bekerja untuk massa namun dalam kenyataanya kaum elite berjuang untuk kelompok mereka sendiri. &lt;br /&gt;   Lantas bagaimana rakyat yakni massa mempeorleh kesejahteraan dengan menaruh harpan pada kaum elite tersebut. Konsep Anarkindo menghendaki rakyat yang dipimpin oleh massa melalui wakil-wakil massa yang sejajar tanpa privilise pembeda selain wewenang mengarahkan. Kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan massa akan dihakimi oleh massa tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Konsep kenegaraan kini akan selalu menimbulkan ketidakadilan, saatnya kembali ke kekuasaan massa dimana elite telah melebur dalam massa. Menuju masyarakat berkeadilan berdasarkan dedikasi dan bukan perebutan posisi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-6976493780223638888?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/6976493780223638888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=6976493780223638888' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/6976493780223638888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/6976493780223638888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/08/hukum-alat-elite-dalam-menghadapi-massa.html' title='Hukum Alat Elite dalam Menghadapi Massa'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/SnpOqo2vpjI/AAAAAAAAABA/lmvcYpWqjQ0/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-551495231116809164</id><published>2009-05-17T17:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T17:30:09.715-07:00</updated><title type='text'>Emansipasi Wanita Revolusioner</title><content type='html'>Raden Ajeng Kartini menjadi primadona kaum hawa di Republik Ini. Diangkat menjadi simbol pembebasan esprit / pikiran kaum hawa,namun disayangkan ternyata harinya dirayakan dengan lomba memasak - simbol submisif wanita terhadap sistem patriarkal. Lantas apa yang menjadi kelemahan wanita padahal secara statistik jumlah wanita yang mengenyam pendidikan di Indonesia lebih besar dari pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Setelah menelusuri kenyataan, ternyata semuanya dikarenakan wanita belum sepenuhnya membebaskan diri dari ikatan tradisional-patriarkal kolot yang mendominasi masyarakat. Peran religiusitas konservatif turut memperparah kondisi memperihatinkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Saran pembebasan terhadap kaum hawa sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Peroleh pendidikan setinggi mungkin&lt;br /&gt;2. Turut membangun bangsa&lt;br /&gt;3. Aktif berpolitik&lt;br /&gt;4 Hindari ikatan yang submisif seperti perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bilaman langkah-langkah ini dilaksanakan niscaya kaum wanita dapat bebas dari status inferiornya dan kembali sebanding dengan pria dalam segal bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Salam Anarkindo! Salam Pembebasan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-551495231116809164?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/551495231116809164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=551495231116809164' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/551495231116809164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/551495231116809164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/05/emansipasi-wanita-revolusioner.html' title='Emansipasi Wanita Revolusioner'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-1413869965534057755</id><published>2009-05-06T17:36:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T17:38:54.648-07:00</updated><title type='text'>Front  Anarki Indonesia Kedua : Bonek dan warga Sporadis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/SgItlWl5QGI/AAAAAAAAAA4/VYZSxblnOlo/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 82px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/SgItlWl5QGI/AAAAAAAAAA4/VYZSxblnOlo/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332875028503019618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembahasan terlebih dahulu pernah dibahas mengenai mahasiswa  dan siswa sebagai front anarki pertama. Dalam tulisan ini, penulis menetapkan bahwa front kedua anarki nasional ialah kaum Bonek / fans tim sepak bola dan warga sporadic disekitar obyek sosial. &lt;br /&gt;  Bonek secara alamiah memiliki naluri anarki Indonesia yang penuh dengan barbarism, perasaan kolektivisme, dan anti-kekuasaan. Bilamana timnya kalah maka serta merta kaum bonek melampiaskan kekesalannya tanpa mengindahkan segala bentuk norma dan aturan. Perusakan, penyerangan terhadap outgroup mereka marak terjadi. Kasus terakhir terjadi di Surabaya. Pada tindakan anarki Indonesia Bonek Surabaya tersebut penjarahan terjadi.&lt;br /&gt;  Disinilah muncul pentingnya mendidik rakyat anarkis baik secara massa maupun individual.&lt;br /&gt;  Warga sporadic terdiri atas kalangan pekerja kasar lepas dan warga disekitar obyek aktivitas. Tragedi May menunjukan bahwa penjarahan dibuka oleh oknum preman dan dikembangkan oleh warga sporadic. Warga sporadic berbeda dengan bonek memiliki sentimen  individualitas dalam kolektivisme. Sehingga penjarah dapat melakukan perusakan dan pencurian secara lebih effektif karena tidak terikat kelompok.&lt;br /&gt;  Demikian pemaparan mengenai Front kedua Anarki Indonesia : kaum Bonek dan Warga Sporadis Jalan Bersatulah!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-1413869965534057755?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/1413869965534057755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=1413869965534057755' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/1413869965534057755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/1413869965534057755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/05/front-anarki-indonesia-kedua-bonek-dan.html' title='Front  Anarki Indonesia Kedua : Bonek dan warga Sporadis'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/SgItlWl5QGI/AAAAAAAAAA4/VYZSxblnOlo/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-9168899728516796881</id><published>2009-05-01T08:14:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T08:29:14.572-07:00</updated><title type='text'>MAY DAY !!!</title><content type='html'>May Day adalah hari yang diberikan kepada buruh untuk tenggelam dalam euphoria kemerdekaan politik selam 24 jam. Setelah jangka waktu tersebut telah lewat, buruh akan kembali menjadi budak secara sosiologis. Kapitalisme modern telah berhasil memperalat hukum nasional sehingga tergambar suatu keadaan merdeka palsu bagi buruh. Hukum perburuhan pada asasnya bertujuan guna melindungi kapitalisme internasional melalui cara-cara yang seolah-olah pro buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Tiada kemerdekaan sesunguhnya bagi buruh dalam sistem apapun baik kapitalisme, komunisme ataupun sosialisme. Hanya Anarki yang memebrikan kesetaraan dan Anarki Indonesia yang sesuai dengan keadaan perburuhan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   HIDUP HARI BURUH !!! VIVAT PROLETARIAT INTERNASIONAL !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-9168899728516796881?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/9168899728516796881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=9168899728516796881' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/9168899728516796881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/9168899728516796881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/05/may-day.html' title='MAY DAY !!!'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-7830576503776963101</id><published>2009-04-21T02:42:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T03:04:47.481-07:00</updated><title type='text'>Negara Anarkis Indonesia</title><content type='html'>Negara adalah organisasi tertinggi diatas suatu wilayah. Di Indonesia negara yang sah terjelma dalam entitas Republik yakni Republik Indonesia. Sejak tanggal 18 Agustus 1945 republik Indonesia menjadi otorita resmi di atas teritori nusantara. Permasalahanya adalah bahwa RI tidak mempunyai hukum sendiri sehingga masih minjam 90% dari Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan kata lain RI meneruskan staatswill dari Belanda. Pada awalnya bangsa indonesia menaruh harapan besar kepada RI dan bersedia berkarya dalam pembangunan. Hanya saja harapan pupus ketika serangkaian kudet menaikan kekuasaan jenis fasis-militeristik yang mengukuhkan staatswill belanda. Hal yang membedakan adalah subyek dari staatwill yakni pemerintahan Jawa-sentris orde baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Reformasi meruntuhkan kerajaan jawa berkedok republik. Di sinilah, bangsa Indonesia menemukan sosok liberal anarkis mereka sesunguhnya. Seperti dapat dilihat di jalan-jalan dimana perselisihan diselesaikan degan otot dan bukan otak. Bangsa Anarkis Indonesia terinspirasi oleh konsep free fight liberalism yang diajarkan media massa dan elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Anarki Indonesia berjaya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-7830576503776963101?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/7830576503776963101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=7830576503776963101' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/7830576503776963101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/7830576503776963101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/04/negara-anarkis-indonesia.html' title='Negara Anarkis Indonesia'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-3840865362506203043</id><published>2009-04-17T18:11:00.001-07:00</published><updated>2009-04-17T18:11:42.966-07:00</updated><title type='text'>relativitas kehidupan</title><content type='html'>Sejak masa kemerdekaan bangsa Indonesia dihadapakan dengan suksesi berturut berbagai kekuasaan otoriter yang berdiri diatas berbagai peralatan ideologis. Melalui alat-alat inilah social engineering dilaksanakan atas nama kebenaran dalam berbagai peristilahanya. Salah satu terminologi yang kerap dipakai adalah keadilan, toleransi, dan perdamaian abadi.&lt;br /&gt;Padahal kekuasaan menjadi tujuan utama dari segala tindakan penguasa otoriter tersebut. Sistem kenegaraan dan hukum menjadi wadah sekaligus pembenaran daripada segala tindakan alat kekuasaan tersebut.&lt;br /&gt;Era demokrasi membebaskan alam ekspresi pemikiran bangsa. Hal-hal yang dahulu mutlak menjadi kebenaran demi hukum (kepentingan) penguasa akhirnya tergoyahkan dan tenggelam dalam relativitas.&lt;br /&gt;Politik, hukum, dan agama menjadi variabel-variabel  yang tidak lagi milik kaum elit dan tunduk terhadap sebuah ukuran / standar yang baku melainkan menduduki status sebagai obyek daripada pemikiran subyek-subyek yang membahasnya.&lt;br /&gt;Singkat kata, setiap orang bebas dalam menentukan sikapnya terhadap variabel-variabel tersebut. Filosofi  “je pense donc je suis” Descartes belaku sehingga kebenaran menjadi milik semua (a la portee de tous). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenisbian dan biasnya elemen-elemen kehidupan adalah konskuensi logis daripada kebebasan berpikir. Hanya dengan menerima segala hal sebagai variabel yang konstan dan seimbang dalam nilai maka kebebasan berpikir dapat terjaga.&lt;br /&gt;Melalui tulisan lepas ini diharapakan pembaca dapat membuka pikiran kepada relativitas kenyataan yang terjadi disekitar kita. Tujuan dari tulisan ini tak lain agar pembaca dapat menghargai alam kebebasan  dan berusaha melindungi hak terpenting dalam demokrasi yakni « la liberte de pensee » atau kebebasan berpikir. &lt;br /&gt;Krisis ekonomi dan politik yang melanda dunia serta berbagai kejadian situasi internasional melahirkan pemikiran-pemikiran yang menawarkan janji-janji palsu. Kelemahan-kelemahan demokrasi dianggap sebagai kegagalan sistem sehingga berbagai saran sistem berbasis « teologis » dan « ideologis » bermunculan.&lt;br /&gt;Diharapkan melalui paparan relativitas pemikiran inilah bangsa Indonesia dapat kembali menghargai kebebasan berpikir dan menahan laju revivialisme agama yang tak lain adalah bentuk pembenaran semata dan jauh dari kebenaran mengingat kebenaran adalah relative. Patut diingat bahwa yang pasti hanyalah relativitas dan kekuasaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-3840865362506203043?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/3840865362506203043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=3840865362506203043' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/3840865362506203043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/3840865362506203043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/04/relativitas-kehidupan.html' title='relativitas kehidupan'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-6757495366125284207</id><published>2009-03-27T20:46:00.001-07:00</published><updated>2009-03-27T20:56:24.060-07:00</updated><title type='text'>Kebodohan, Penderitaan, dan demokrasi senjata kami</title><content type='html'>Konser berubah menjadi pesta kekerasan,pawai penjarahan, debat ajang tinju. Demokrasi di Indonesia telah berhasil membangkitkan kembali jiwa anarki Indonesia. Renaissance kebebasan bangsa yang dipaksakan melalui jargon kosong terhadap manusia republik berotak dan berperut kosong telah melahirkan suatu bangsa yang beringas, barbar dan haus darah. Bahkan pada tingkat terdidik, ide-ide hanya dapat disampaikan melalui kepalan tangan dan ceceran darah. &lt;br /&gt;   Rencana Masonik lama yakni menciptakan bangsa takhayul, bodoh, menderita, khianat dan rakus telah membawa kita kepada pintu gerbang anarki negatif. Harus diakui bahwa keadaan ini sangat memperihatinkan namun dapat membantu perjalanan menuju anarki intelektual yakni anarki Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   SALAM PEMBEBASAN MUNDIAL!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-6757495366125284207?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/6757495366125284207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=6757495366125284207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/6757495366125284207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/6757495366125284207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/03/kebodohan-penderitaan-dan-demokrasi.html' title='Kebodohan, Penderitaan, dan demokrasi senjata kami'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-8738480601439797666</id><published>2009-03-06T21:53:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T22:03:11.023-08:00</updated><title type='text'>Point d'interet, point d'action</title><content type='html'>Bangsa Indonesia kini semakin cerdas secara politik berkat pendidikan yang diberikan media liberal-kapitalis TV One, Metro tv dkk. Setiap orang yang bahkan belum pernah mengenyam pendidikan tingkat universitas kini ( cnth : tukang sampah dan pemulung ) telah mampu berorasi bak seorang mahasiswa perguruan tinggi manapun. Konsep-konsep yang mereka tawarkan pun tak jauh dari janji-janji palsu caleg dan politikus lainnya. Hanya saja dalam ikhwal praktek, baik kaum intelektual maupun kaum rakyat "roturier" / awam, tidak mampu mengorganisasi suatu masyarakat yang otonomis dan berdaulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Memang telah demikian bangsa Indonesia dibentuk oleh kepentingan asing dan para komprador. Mereka menghendaki rakyat yang tak terlalu bodoh namun jangan terlalu cerdas. Semuanya dapat dijelaskan dengan konsep kekuasaan feodal-kolonial yang dikehendaki oleh sistem.Kepentingan pribadi-keseluruhan (tout un chacun)dari rakyat dikesampingkan demi "isi perut" kaum elite. Sama terjadinya dengan pengkhianatan kaum "noblesse" Indon yang berkejasama dengan VOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Bangsa Indonesia belum lah merdeka seperti perkataan Pramoedya (Budak bagi bangsa-bangsa lainnya). Saatnya mengenyampingkan kepentingan pribadi dan membangun negeri dalam otonomitas. Bangsa ANARKI-Intelektual lebih baik dari bangsa terstruktur namun obscurantis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-8738480601439797666?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/8738480601439797666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=8738480601439797666' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/8738480601439797666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/8738480601439797666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/03/point-dinteret-point-daction.html' title='Point d&apos;interet, point d&apos;action'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-7817222729000831067</id><published>2009-02-04T01:29:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T01:33:35.180-08:00</updated><title type='text'>Demokrasi menuju anarki</title><content type='html'>Sebuah kejadian besar telah terjadi dengan tewasnya Ketua DPRD Sumatra Utara di tangan massa mahasiswa yang anarkis. Sebenarnya kejadian ini memang sudah lama diramalkan oleh banyak orang. Demokrasi merupakan sistem yang sangat dekat dengan anarki karena menyerahkan kekuasaan kepada orang banyak. Pada masyarakat Indonesia yang seperti dijelaskan sebelumnya bercorak anarkis pada asasnya, kebebasan diartikan sebagai sarana membebaskan diri dari otoritarisme sistem. Anarki telah mengausai jiwa para demonstran tinggal saja menunggu sebuah guide menuju anarki yang sempurna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-7817222729000831067?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/7817222729000831067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=7817222729000831067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/7817222729000831067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/7817222729000831067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/02/demokrasi-menuju-anarki.html' title='Demokrasi menuju anarki'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-660048339010364673</id><published>2009-02-04T01:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T01:29:28.614-08:00</updated><title type='text'>Anarkindo : la doctrine de l’anarchie Indonésien</title><content type='html'>A travers le temps, des doctrines se sont succédé pour satisfaire le besoin de justice chez l’homme. Ces doctrines sont nées de la pensées et du raisonnement de l’homme.  Dans les pluparts des cas, les idéologues tentent de repérée puis critiquer d’une façon plus ou moins académique l’absurdité d’une système social dans laquelle il vit. Karl Marx, Potemkine  sont des exemples connu de ces penseurs sociaux. &lt;br /&gt; La seule problème qu’affront ces « pensées » se trouve dans la domaine de la géographie – la mise en vogue des idées a travers les frontières. Chaque territoire – étatique ou libre – est soumise à une différente culture et structure sociale. L’échec du coup d’état communiste en Indonésie suivi de l’effondrement en masse du communisme (massacre compris) Indonésien en est la preuve parfaite de l’incompatibilité de pensées purement « importe » de l’étranger.&lt;br /&gt; Ce n’est de même pour l’anarchie doctrinaire – aussi paradoxe qu’elle soit en termes -   , l’anarchie se développe d’une différente façon en Indonésie. En Europe l’anarchie est devenu une choix a part entière en matière de affiliation politique. Mais en Indonésie, l’anarchie vie dans les pensées, les actes et la culture Indonésie sans que le peuple se rende compte réellement. &lt;br /&gt; Dans la domaine juridique, on considère que l’Indonésie est un peuple « traditionnelle » par nature. Ainsi, les pluparts des lois sont conditionne pour être le plus traditionelle que possible. La terminologie employer par les maitres juridique varient mais la paterne restera la même : les Indonésien sont un peuple religieux-communalistique. Cela répond aux questions des observateur étranger qui s’étonne qu’en tant que pays avec une population majoritaire musulmane, L’Indonésie restera a la base un pays séculier et laïc.&lt;br /&gt; La theorie de la reception en complexu – malgre les constestations – s’applique a merveille dans le pays. Bref, les Indonesiens sont traditionelle dans la vie quotidienne et religieux proche de la mort. Observe bien donc que le principe de l’etat est le Pancasila, une sorte de resumee des principes de cette vie traditionelle commune aux differents culture habitant la terre Indoensien.&lt;br /&gt; L’anarchie vie dans cette société d’une façon latent et empiriquement evidente. Le peuple Indonesien considere cette anarchie comme des normes et valeurs qui se relève du domaine de la familiarité qui est a la base des principes traditionelle cite-dessus. &lt;br /&gt; L’avis personnelle de l’auteur vis-à-vis de l’anarkindo ou l’anarchie Indonésien est que l’anarchie n’est guerre une valeur traditionelle réelle mais plutôt une caractère corrompu née d’une anarchie mal-guidée / l’enfant du laisser-aller nationale.&lt;br /&gt; Si cette anarchie puisse être dirigée vers la positive en occurrence l’accomplissement du bien générale par l’autonomie alors l’Indonésie pourra être un exemple parfait d’une anarchie réussite. Pour le fondamentale de l’économie, l’Indonesie possède déjà le système du coopération propre a la pensée economique socialiste-anarchique de l’époque. En ajoutant une possible religiosité au doctrine vient naitre l’anarchie Indonésie : Anarkindo.&lt;br /&gt; En conclusion, L’Indonésie se compose d’une société anarchique qui évite d’employer ce terme pour des raisons évidentes et compréhensibles. Mais le développement d’une pensée convenant a la situation sociale, en particulier « l’anarkindo » pour le bien générale ne peut qu’apporte du bien au peuple Indonésien. Il faut d’abord commence a redresser le peuple Marhaen Indonésie en commençant par les rendre disciplinée dans l’autonomie.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-660048339010364673?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/660048339010364673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=660048339010364673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/660048339010364673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/660048339010364673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/02/anarkindo-la-doctrine-de-lanarchie.html' title='Anarkindo : la doctrine de l’anarchie Indonésien'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-7051844645504020794</id><published>2009-01-16T02:01:00.000-08:00</published><updated>2009-01-16T02:17:34.876-08:00</updated><title type='text'>Invasi Negara Israel</title><content type='html'>Penyerbuan disertai pengeboman yang dilakuakn pasukan Israel di Palestina banyak medapat tanggapan dari berbagai pihak. Sikap bangsa Indonesia secara luas turut terbagi. Pandangan negara sendiri klasik dan cenderung cliche : mengecam dan mengusahakan upaya damai. Di sisi lain, rakyat yang mayoritas berasal dari elemen masyarakat pro-Islam mengecam keras dan menyarankan dikirimnya pasukan Jihad atau setidaknya pasukan penjaga perdamaian.&lt;br /&gt;    Dari sudut pandang masyarakat anarki Indonesia atau anarkindo, serbuan NEGARA Israel menajdi masalah sosio=politik ketimpang agama semata. Kedua wilayah tersebut menghendaki sebuah identitas nasional, Palestina ingin menjadi negara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;a part entiere &lt;/span&gt;dan begitu pula Israel.&lt;br /&gt;    Lantas terjadilah pertempuran dan operasi militer dari kedua pihak. Israel melakukan penyerbuan yang seolah membabi-buta. Padahal bila direnungkan kembali, Israel adalah negara dengan badan intelijen nomor wahid dalam sejarah manusia. Setiap serangan pasti mengandung maksud dan tujuan,&lt;br /&gt;    Serangan terhadap gudang penyimpanan makanan contohnya, tiada merupakan kehilafan melainkan bagian dari taktik. Seperti dikemukakan berbagai pengamat politik Internasional. Israel menghendaki runtuhnya HAMAS untuk selamanya dan cara terbaik ialah dengan melalakukan "genosida" yang signifikan. Membunuh ketika mereka masih muda lebih baik menurut strategis Israel, alhasil Ibu-ibu dan anak-anak menjadi target prioritas dalam agenda perang Israel. Penyerangan kator PBB dilakukan sebagai trik psikologis untuk menunjukkan bahwa tiada tempat yang aman di tanah Gazza.&lt;br /&gt;    Secara makro, Israel menginginkan sebuah bangsa Palestina yang runtuh dan hancur untuk beberapa tahun kedepan sembari menunggu berkembangnya negara Israel. &lt;br /&gt;   Disinilah muncul pemikiran pro-anarki. Negara memiliki hakikat dasar yakni kekuasaan. Dalam hal ini masing-masing bangsa berusaha menegakkan sebuah kekuasaan negara dalam wilayah yang mereka duduki masing-masing. Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa perang terjadi karena negara dan inilah yang terjadi dengan Israel-Palestina. &lt;br /&gt;   Maka solusi terhadap perang tanpa akhir di Timur Tengah secara khusus ialah pembubaran paksa negara ISRAEL dan PALESTINA, dan secara umum negara-negara di dunia. Adapun yang sebaiknya diperbolehkan adalah pusat ibadah dalam hal ini kekhilafan islam bagi dunia Islam dan Vatikan bagi dunia kristen, serta Tibet untuk Budha. Pusat keagamaan tentunya tidak memiliki kekuasaan layaknya negara mealinkan hanya bersifat membangun sepertinya layaknya PBB sekarang. Dunia tanpa negara adalah dunia tanpa perang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-7051844645504020794?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/7051844645504020794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=7051844645504020794' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/7051844645504020794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/7051844645504020794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2009/01/invasi-negara-israel.html' title='Invasi Negara Israel'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-8752333780488818783</id><published>2008-12-31T01:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T01:10:06.536-08:00</updated><title type='text'>Anarki Kerakyatan</title><content type='html'>“Dibalik setiap senyuman terdapat itikad buruk”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selalu terlintas dalam benakku pemikiran yang cukup menggoyahkan. Rakyat Indonesia selama ini dikenal sebagai rakyat yang ramah dalam tindak dan murah senyum. Pandangan ini masih dijaga oleh sebagian wisatawan asing yang pernah berjalan ke Negara Republik Indonesia. &lt;br /&gt; Namun jelas bagi kita pribumi sejati, senyuman seorang WNI senantiasa menandakan suatu itikad buruk. Bangsa Indonesia adalah serigala bagi orang Indonesia lainnya. Pandangan ini dapat dibuktikan dengan mudah melalui kehidupan keseharian. Berbagai bentuk kriminaliats ringan terjadi disekitar kita dan dipersepsikan sebagai suatu hal yang lumrah.&lt;br /&gt; Pemalakkan, premanisme, dan berbagai bentuk kekerasan dijadikan kebiasaan yang hakiki dari kehidupan bangsa Indonesia. Bilamana ada yang berpendapat beda dapat dipatahkan melalui pemaparan pemecahan konflik dalam kehidupan keseharian.&lt;br /&gt; Seorang yang akibat satu dan lain hal berada dalam konflik keperdataan dengan orang lain, tentu akan menyelesaikan permasalahan melalui jalur kekerasan.&lt;br /&gt; Pernah terjadi suatu ketika, penulis melihat seorang wanita pengendara mobil dihadang oelh empat orang pengemudi motor. Padahal yang bermasalah hanya satu orang pengendar motor. Si wanita yang berada dalam keadaan ketakutan dipaksa keluar oleh pengemudi motor dengan kekerasan. Sedangkan pengemudi motor lainnya hanya menunggu kesempatan memanfaatkan situasi.&lt;br /&gt; Patut diperhatikan dalam cerita diatas bahwa ini bukan tindak criminal melainkan proses penyelesaian sengketa yang wajar dan biasa dalam masyarakat anarki Indonesia. Jargon, kejahatan ada karena ada kesempatan sebenarnya kurang tepat. Versi yang tepat ialah kesempatan melakukan kejahatan diciptakan oleh masyarakat anarki Indonesia.&lt;br /&gt; Pada kejadian diatas pernah terjadi suatu variasi dimana pihak yang bermasalah bukanlah seorang wanita melainkan seorang pengemudi mobil berstatus militer. Sebelum masyarakat anarki Indonesia mengetahui bahwa pihak pengendar mobil berstatus militer , mereka bersiap mencuri kesempatan melakukan tindakan “Indonesia” yakni merampok dengan hormat dan bermartabat pengendara mobil. Hanya saja, pihak pengendara  mobil adalah militer sehingga rakyat anarki Indonesia memilih menyerahkan semuanya kepada si pengendara motor.&lt;br /&gt; Jiwa pengecut, khianat, brutal, munafik, korup dan anarkis sudah menjadi bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia sejak manusia menyentuh bumi nusantara. Para penjajah colonial turut mengakui corak kebangsaan tersebut dan bahkan berhasil menjadikan ini kekuatan dalam melakukan penjajahan.&lt;br /&gt; Walhasil, Indonesia tiada pernah dijajah Belanda melainkan diajajh oleh para pengausa local yang melihat “kesempatan” dalam kolaborasi. Oportunis tepat dalam mengambarkan sifat tersebut.&lt;br /&gt; Lantas darimanakah datang semua upaya memuliakan bangsa Indoensia yang pada hakikatnya brutal, sadis, munafik, khianat dan korup ??&lt;br /&gt; Semuanya merupakan bagian dari propaganda pemerintah yang tak memiliki dasar. Sifat khianat, enggan bertanggung jawab diangkat menjadi budaya “kekeluargaan”. Budaya kompromistis menjadi budaya “toleran” dan “pengertian”. Sungguh kita adalah bangsa yang takut dengan kenyataan.&lt;br /&gt; Langkah keluar dari keadaan ini adalah dengan menerima “kebangsatan” bangsa kita dan menyesuaikan system kita dengan budaya tersebut : budaya masyarakay anarki Indonesia. Sistem anarki harus didirikan dan keadilan anarki harus ditegakkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-8752333780488818783?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/8752333780488818783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=8752333780488818783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/8752333780488818783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/8752333780488818783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2008/12/anarki-kerakyatan.html' title='Anarki Kerakyatan'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-5113018650866673365</id><published>2008-12-23T17:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T18:17:40.359-08:00</updated><title type='text'>Demokrasi Selangkah Menuju Anarki</title><content type='html'>"Socialism is one step to Communism"&lt;br /&gt;   Kata-kata tersebut pernah diucapakan oleh seorang pemimpin kiri terkemuka dalam sejarah komunisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kini, dunia memang telah berubah namun logika kata-kata tersebut patut direnungkan. Filsafat politik dasar yang terdapat dalam kata -kata tersebut adalah setiap perubahan politik merupakan proses menuju keadaan berikutnya. Sama halnya dalam komunisme, demokrasi merupakan tahapan menuju bentuk pemerintahan berikutnya dan dalam  hal ini : anarki. Hanya saja, anarki disini tidak disertai sebuah kebijakan dari elemen-elemen anark itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Demokrasi politik barat (untuk dibedakan dengan demokrasi materiil timur) lahir dan berkembang dalam negara Eropa kontinental dan Amerika Serikat. Kedua peradaban tersebut sudah memiliki tingkat pendidikan masyarakat, rasa kebangsaan, identitas nasional dan kesadaran berbangsa dan bernegara yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Lain halnya dengan negara berkembang dan negara miskin dimana hanya sedikit dari penduduknya yang memiliki pendidikan politik &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;decent &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dan lebih sedikit lagi yang memiliki kesadaran akan kepentingan nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dalam keadaan mentalitas demikian, nilai-nilai demokrasi yang mulia kemudian berubah menjadi nilai-nilai mobokratik dan konfliktual. Salah satu contoh, pemilihan Umum dimengerti secara asasi sebagai diktator mayoritas sehingga terjadi kerusuhan setiap kali hasil pemilu keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Selain itu, sebagai bangsa yang disatukan dibawah paham integralistis au detriment / yang lebih mengakomodir kepentingan minoritas, sebuah upaya otonomisasi hanya akan membawa peprecahan yang berarti. Salah satu contoh dapat dilihat dengan gagalnya UU otonomi versi 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Berkat Demokrasi tanpa edukasi maka peradaban berubah menjadi chaos serta persatuan dalam keberagaman turun menjadi kekuatan dalam pengelompokan. Masyarakat bersatu dalam farkh-farkh (kelompok2) dan ikatan-ikatan primordial-kepentingan. Dalam perikatan-perikatan kecil tersebut kekuasaan dikelola, kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi kehidupan berpolitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dengan keadaan seperti ini tercapainya negara yang adil, makmur, dan tercapainya tujuan negara mustahil tercapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sebagai pemuda dapat dipastikan kita mengikuti jargon-jargon optimisme dan lebih memilih menaruh harapan besar pada kemajuan bangsa walaupun secara politik lebih cenderung apatis dan apolitis. Kerangka pikir demikian membawa kita kepada axioma dasar politik bahwa lebih baik menyelesaikan sesuatu buruk sekalipun daripada berubah ditengah-tengah karena masyarakat tetap telah menjatuhkan vonis pandangan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Demokrasi akan membawa bangsa kepada anarki-liar, maka tugas kita adalah mendidik masyarakat dalam otonomitas sehingga chaos dapat kembali menjadi anarki beradab dimana kepentingan bersama dapat terakomodir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-5113018650866673365?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/5113018650866673365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=5113018650866673365' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/5113018650866673365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/5113018650866673365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2008/12/demokrasi-selangkah-menuju-anarki.html' title='Demokrasi Selangkah Menuju Anarki'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-1695057761579724658</id><published>2008-12-19T00:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T00:31:51.171-08:00</updated><title type='text'>Mahasiswa Basis Anarkindo</title><content type='html'>Tiada suatu kejadian dalam sejarah Republik Indonesia yang bebas dari partisipasi mahasiswa. Dari proses kemerdekaan hingga pergantian rejim, mahasiswa selalu berada sebagai pelopor sentral setiap "event". Setiap penguasa baik otoriter maupun demokratis membutuhkan dan membenci mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pada masa orde baru, mahasiswa selalu menajdi target operasi intelijen sedangkan di masa orde reformasi, usaha-usaha meperburuk citra mahasiswa dilakukan oleh media. Mahasiswa di stereotype-kan melalui komedi-komedi, film-film murahan serta talk show semu. Semuanya bertujuan untuk memojokkan mahasiswa dan menjatuhkan mahasiswa setingkat dengan anak-anak SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Semua daya upaya yang dilakukan pihak-pihak tertentu tidaklah lain dikarenakan sifat dan hakikat mahasiswa sebagai kelas anark. Mahasiswa secara esensi tiada tunduk kepada tekanan manapun. Pergerakkan dilakukan berdasarkan rasa keadilan (ergo omnes), hal yang sama berlaku pada asas peradilan rakyat : asas kesadaran bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dari sinilah, mahasiswa seharusnya merenungkan hakikat dan sifatnya sendiri. Rakyat Indonesia kini dibawah kendali diktatur media budak kapitalis-zionis. Setiap niat tulus yang dilakukan mahasiswa berkat media akan menjadi permufakatan jahat. Kerusakan dipersamakan dengan mahasiswa. Alhasil, masyarakat hanya memiliki dua pandangan terhadap mahasiswa : sebagai budak materialisme hedon atau penganguran tolol, brutal dan sok tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dalam menghadapi hal ini mahasiswa hanya memiliki satu pilihan : mundur dari kancah perpolitikan, bubarkan BEM yang hanya kepanjangan dari institusi pendidikan, bentuk persatuan-persatuan non terarah (anarki) serta menutup diri sementara terhadap penderitaan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Memang terlihat kejam dan ekstrim namun kini rakyat memmiliki musuh baru yaitu mahasiswa yang brutal dan konsumtif. Saatnya mahasiswa me-reform diri bilamana tak ingin menjadi santapan rakyat miskin dan kolot yang dilindunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Mahasiswa sebagai kelas yang merdeka dari segala unsur kekuasaan haruslah bebas dari kekuasaan itu sendiri dan hanya dalam jumlah dan tiada arah serta tanpa komando selain keinginan bersama kelompok mahasiswa dapat menyelamatkan diri dari terkaman masyarakat depresif Indonesia. Mahasiswa unjung tombak anarki, hidup mahasiswa!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-1695057761579724658?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/1695057761579724658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=1695057761579724658' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/1695057761579724658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/1695057761579724658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2008/12/mahasiswa-basis-anarkindo.html' title='Mahasiswa Basis Anarkindo'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-419743251135278805</id><published>2008-12-06T01:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-06T01:18:55.290-08:00</updated><title type='text'>Anarki Lebih Baik dari Negara Lemah</title><content type='html'>Dalam kehidupan bernegara pada hakikatnya hanya terdapat dua pilihan yaitu : konsekuen dalam membangun negara bangsa yang kuat dan memiliki harga diri atau melepaskan diri pada kebebasan absolut. Jalan tengah yang merupakan khas manusia tidak dapat diterima dalam percaturan politik dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Apabila tetap pada komitmen berbangsa padahal tidak memiliki kemampuan untuk menegakkan konstitusi maka yang akan tercipta adalah negara lemah yang mendukung kezhaliman. Bukti dapat dilihat di depan mata masing-masing. Negara dengan pendapatan pajak 520 trilyun namun tetap miskin dan tidak memiliki harga diri (lihat kasus kapal presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Bayangkan Indonesia yang bebas dari imposed power apapun (anarki total): Amerika pun akan kesulitan dalam melancarkan serangan2 dan terancam musnah seperti di Irak dan Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Weak state mendukung kehadiran komprador-komprador yang senantiasa menjual nasib bangsa kepada pihak asing. Mereka yang terakhir ini berada di mana-mana termasuk terutama di LSM-LSM. Atas nama demokrasi mereka melayani kepentingan asing dan melemahkan negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dalam anarki tiada opresi kecuali kehendak hukum alam. Sesungguhnya itu lebih baik daripada kezhaliman kehidupan bernegara semu dalam negara lemah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-419743251135278805?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/419743251135278805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=419743251135278805' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/419743251135278805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/419743251135278805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2008/12/anarki-lebih-baik-dari-negara-lemah.html' title='Anarki Lebih Baik dari Negara Lemah'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-5207029349999839865</id><published>2008-12-02T22:50:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T23:11:11.107-08:00</updated><title type='text'>Budaya konflik</title><content type='html'>"Hukum diciptakan untuk menjembatani kepentingan-kepentingan setiap komponen masyarakat serta demi tegakknya suatu keteraturan sosial"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dasar daripada hukum suatu negara-bangsa ialah ideologi dan filsafat kebangsaan. Asas-asas yang terkandung didalamnya kemudian dijabarkan kedalam bentuk yang umum-abstrak : konstitusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Berdasarkan konstitusi inilah undang-undang dan regulasi lainnya diciptakan. Namun diluar semua itu, hukum haruslah sesuai dengan keinginan bangsa yang menundukkan diri terhadapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Bangsa Indonesia selama bertahun-tahun berperang melawan penjajahan Belanda imperial. Perlawanan pada hakikatnya ditujukkan terhadap kekuatan dan politik dan semua derivasi (turunan) dari kekuasaan tersebut. Legislasi Hindia Belanda termasuk didalamnya.&lt;br /&gt;   Namun, bila melihat kepada produk perundang-undangan kita, sebagian besar peraturan perundang-undangan yang krusial (perdata dan pidana) masih menggunakan produk jaman kolonial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Harus diingat bahwa bangsa Indonesia memiliki budaya yang jauh berbeda dari bangsa eropa barat. Jiwa individualistis dan filsafat ke-akuan yang tersinar dari hukum-hukum barat tertanam dalam perundang-undangan bangsa. Lebih lanjut sistem peradilan eropa lebih bersifat konfliktual dan antagonistis sementara peradilan adat bersifat mendamaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dari sinilah terkuak alasan terjadinya kekerasan dalam proses eksekusi perkara tanah serta maraknya perlawanan terhadap kekuasaan politik in place.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Anarki dalam artian "tanpa penguasa" bersifat omnipresent dalam jiwa masyarakat tetapi pengaruh filsafat konfliktual lah yang menjadikan masyarakat anarki Indonesia beringas dan senang akan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Media massa dan elektronik turut ambil andil dalam penyebaran kekerasan dan demoralisasi sebagai bagian dari jiwa bangsa. Atas nama kebebasan dan HAM semu, kehidupan pribadi komponen masyarakat diganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kini diktator sebenarnya adalah media massa dan cetak yang di backing kapitalis. Berkat kekuatan politik-sosial ini, anarki digambarkan sebagai sesuatu yang buruk, bahkan akibat standar ganda media bangsa Indonesia menjadi bangsa konfliktual, rendah iman, dan pro-maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Anarki adalah pembebasan dan iman adalah batasan daripada anarki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-5207029349999839865?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/5207029349999839865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=5207029349999839865' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/5207029349999839865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/5207029349999839865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2008/12/budaya-konflik.html' title='Budaya konflik'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-8065063969014240628</id><published>2008-11-29T02:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-29T02:42:34.055-08:00</updated><title type='text'>CODE PENAL ANARQUE-POPULAIRE / KITAB PIDANA ANARK-MASYARAKAT / PENGADILAN RAKYAT</title><content type='html'>Article 1 : "Tous les articles dans ce livre ne sont guerre des lois positives mais plutot une guide generale de l'anarchie"&lt;br /&gt;  Semua perundang-undangan dalam kitab ini tidaklah merupakan hukum melainkan patokan-patokan umum dalam kehidupan anarkis.&lt;br /&gt; Article 2 : "Tout Forme de violence sera tolere dans les limites de l'interet generale:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Segala bentuk kekerasan diperbolehkan selama demi kepentingan umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dari kajian dasar kedua pasal pertama dan kedua buku pertama dapat ditafsirkan beberapa dasar anarki ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Hakikat dari anarki ialah kebebasan tanpa batas maka tentu saja tidak boleh ada suatu hukum yang mengatur umat manusia dimanapun mereka berada, hukum hanya keinginan kelas penguasa maka seluruh bentuk hukum harus ditiadakan.&lt;br /&gt;Buku pertama kitab anarki ini adalah landasan dasar pengadilan anarki / pengadilan rakyat.&lt;br /&gt;   Tata cara mengadili tentu bersifat cepat, efisien dan berlandaskan keadilan berdasarkan asas kebebasan murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Harus dipahami terlebih dahulu bahwa hakikat politik adalah manajemen kekerasan dan kekuasaan maka dari itu rakyat harus menyadari pentingnya anarki dalam kehidupan. Masyarakat harus dapat bermusyawarah secara damai atau menyelesaikan melalui jalur kekerasan dengan cepat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Peradilan rakyat ditegakkan secara bebas dan berperikeadilan. Dewan Anarki Nasional bertugas mengawasi imparsialitas dalam penegakan keadilan. Bila ketidakadilan terjadi maka DAN dapat melakukan genosida terhadap kelompok yang menghendaki adanya arka baru.&lt;br /&gt;  Maka disini termuat asas dasar anarki dalam pasal 2 : kepentingan umum.&lt;br /&gt;   Tafsiran DAN terhadap hal ini sederhana : kepentingan keseluruhan sebagai satu kesatuan dan bukan individu maupun kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    DAN melindungi kebebasan dan mengharamkan perserikatan politik dan EKONOMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Berbeda dengan anarki pertama kali (pasca revolusi perancis) yang melupakan unsur politis ekonomi sehingga melahirkan kelas kapitalis dan menindas kepentingan umum itu sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-8065063969014240628?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/8065063969014240628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=8065063969014240628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/8065063969014240628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/8065063969014240628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2008/11/code-penal-anarque-populaire-kitab.html' title='CODE PENAL ANARQUE-POPULAIRE / KITAB PIDANA ANARK-MASYARAKAT / PENGADILAN RAKYAT'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-3433790998514460542</id><published>2008-08-13T23:56:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T00:10:27.691-07:00</updated><title type='text'>Accord Nationale Sur l'anarchie Populaire</title><content type='html'>ACCORD NATIONALE SUR L'ANARCHIE POPULAIRE selanjutnya disebut dengan ANSAP merupakan dokumen yang merangkum dasar-dasar berkehidupan dalam anarki terpimpin. Isi dan pelaksanaan ANSAP tiada dapat dipaksakan dalam penerapan selain dengan persetujuan Nasional dalam bentuk konsensus terbalik (ketidaksepakatan haruslah dibuktikan dan berlandaskan alasan yang pasti dan didukung minimal setengah dari masyarakat dalam kehidupan keseharian. Bentuk penerapan ANSAP bergantung sepenuhnya daripada kebijakan wilayah dimana ANSAP akan diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ANSAP dirumuskan dalam dwi-bahasa : Perancis Indonesia sehingga selain dapat diterapkan dalam masyarkat dapat juga dipahami dan dimengerti oleh bangsa-bangsa dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   ANSAP terdiri dari empat buku yang kemudian dapat ditambah maupun dikurangi dengan konsensus nasional-populer. Ke-empat buku pertama terdiri dari :&lt;br /&gt;1. CODE PENAL ANARQUE-POPULAIRE / KITAB PIDANA ANARK-MASYARAKAT / PENGADILAN RAKYAT&lt;br /&gt;2. CODE D'ACTION ET D'APPLICATION / KITAB ACARA HUKUM ANARK&lt;br /&gt;3. DECLARATION DE LIBERTE ABSOLUT / DEKLARASI KEBEBASAN ABSOLUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kitab-kitab tersebut akan di-posting decara berkala hingga lengkapnya ANSAP secara keseluruhan. Semoga bermanfaat dalam pneyelesaian masalah bangsa secara menyeluruh dengan tetap mengindahakan keadilan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-3433790998514460542?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/3433790998514460542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=3433790998514460542' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/3433790998514460542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/3433790998514460542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2008/08/accord-nationale-sur-lanarchie.html' title='Accord Nationale Sur l&apos;anarchie Populaire'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-7177445083109465546</id><published>2008-08-13T23:39:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T23:56:18.627-07:00</updated><title type='text'>Demokrasi dan Aggresivitas Mayarakat</title><content type='html'>Sejak bergulirnya proses reformasi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat diamatai meningkatnya angka tindak kekerasan. Peningkatan tersebut terjadi seiring dengan menurunya popularitas dan kewibawaan negara dalam pandangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aggresivitas Masyarkat terpancar dalam cara-cara yang dipergunakan masyarakat dalam menyelesaikan problema pribadi maupun interpersonal. Pranata sosial yang dirancang demi ditegakannya keadilan berdasarkan nilai-nilai hukum modern yang berkeadilan ternyata diterabas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kekerasan, Pembakaran, dan pembunuhan menjadi media penyelesaian problematika sosial. Bahkan kini seolah terjadi appresiasi terhadap premanisme dan aksi-aksi sejenis ditengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Singkat kata, aggresivitas masyarakat yang merupakan akibat dari misinterpretasi makna demokrasi dan pemerintahan yang dalam sikap tindaknya kian menurunkan citranya dihadapan masyarakat menambah possibilitas kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menyikapi hal ini sekiranya perlu diadakan suatu kodifikasi kebiasaan kekerasan dalam masyarakat sehingga dalam melaksanakan tindakan anarkis sekalipun terdapa norma-norma sakral yang harus dipatuhi. Hal ini perlu dalam rangka menegakan anarki yang berwibawa dalam masyarakat yang telah lama mengenal kehidupan beranarki sejak jaman kerajaan terdahulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-7177445083109465546?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/7177445083109465546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=7177445083109465546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/7177445083109465546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/7177445083109465546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2008/08/demokrasi-dan-aggresivitas-mayarakat.html' title='Demokrasi dan Aggresivitas Mayarakat'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-7865572494536606264</id><published>2008-08-01T22:52:00.000-07:00</published><updated>2008-08-01T22:53:28.328-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemakmuran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='otonomitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah anarki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Anarki : kemakmuran sosial dalam otonomitas</title><content type='html'>Fungsi daripada dibentuknya republic Indonesia ialah kemakmuran rakyat Indonesia secara keseluruhan dan bukan hanya segelintir elite atau negaranya saja. Ketika para “founding fathers” negeri ini merumuskan visi tentang Indonesia yang maju, makmur , sejahtera, dan otonomis, beliau-beliau berpendapat bahwa konsep sosialis-kerakyatan-lah yang sesuai dengan Indonesia.&lt;br /&gt; Hanya saja, konsep sosialis ala barat tidak dapat diadopsi oleh bangsa yang demikian beragam dengan tingkat pendidikan yang rendah – mengingat politik etis baru muncul di penghukung masa colonial dan berlaku bagi golongan tertentu.&lt;br /&gt; Lantas ditetapkanlah bahwa perlunya merumuskan sebuah paham yang sesuai dengan Indonesia. Dari musyawarah kalangan intelegensia luar biasa bangsa lahirlah Pancasila, terobosan luar biasa yang bercorak ke-indonesiaan.&lt;br /&gt; Dalam pancasila tertuang harapan dan mimpi “founding fathers” yakni : rakyat yang makmur, cerdas, dan otonom dalam kesatuan.&lt;br /&gt; Dalam perjalanan republic berbagai gejolak politik menenggelamkan visi dan misi tersebut, hasrat sosialisme tipe soviet / tiongkok  menghantui Indonesia melalui PKI. Pergejolakan ideo-politis menutupi perpolitikan negeri.&lt;br /&gt; Bung hatta yang masih menaruh harapan besar dalam ekonomi pancasilais memutuskan untuk meninggalkan Sukarno dan mundur dari perpolitikan. Pergejolakan berakhir dengan naiknya para teknokrat-militer dibawah kekuasaan otoriter. Staatisme menjadi nilai absolut, cita-cita otonomitas dihilangkan demi kekuasaan.&lt;br /&gt; Masa-masa staatisme ini ditandai dengan meningkatnya campur tangan negara dalam segala bentuk kehidupan rakyat. Implikasi pemerintah dalam kehidupan rakyat tidak bersifat konstruktif kejiwaan melainkan material semata. &lt;br /&gt; Ini merupakan sesuatu yang tidak mengherankan, mengingat tujuan sebuah pemerintahan otoriter ialah sebuah rakyat yang bodoh dan manja terhadap pemerintahan yang berkuasa penuh.&lt;br /&gt; Pada masa-masa tersebut rakyat diajarkan untuk bergantung pada pemerintah, setiap langkah “dibimbing” oleh “soko guru pembangunan”. Namun pendidikan lebih buruk daripada jaman awal kemerdekaan. Segelintir elite minoritas dipelihara negara guna tetap berjalannya ekonomi sedangkan sisanya dubuai dalam subsidi dan bantuan negeri.&lt;br /&gt; Sistem teknokrasi pembodohan berakhir dengan bergeraknya kaum akademisi atas dukungan penuh “Washington” yang merasa bahwa sang otoritarian mulai mendekatkan diri pada kekuatan “hijau” sehingga pantas dijatuhkan. Lagipula pada saat itu, sang otoritarian sudah sangat tua dan ancaman komunisme sudah tiada.&lt;br /&gt; Merasa bahwa macan sudah tak bertaring dan singa kapitalis internasional mendukung,, para patronat akademisi melakukan agitas dan mengerakkan mahasiswa yang sebagian besar hanya bergerak demi solidaritas akademikus. &lt;br /&gt; Runtuhnya sang otoriter membuka jalan bagi pemikiran baru yang sebagian besar bernapaskan liberalisme sekuler. Media massa, media cetak, akademikus, politikus, kapitalis lokal bahkan kaum marhaen kini berkiblat ke “pelacur pembawa obor Manhattan”.&lt;br /&gt; Bergelimpang modal dan haus akan lebih, para “agent of change” yang tak lain adalah “agent of capitalism” menata sistem baru bernama Rechtstaat / etat de droit, yang sebenarnya tak lain adalah “messy state concept”.&lt;br /&gt; Bagaimana mungkin sebuah negara yang baru dibangunkan dari alunan merdu music staatisme dipaksa mandiri, diusir dari buaian ibu pertiwi (negara) yang selama ini diperkosa oleh elite-nya sendiri ?&lt;br /&gt; Para agen manhattan menamakan keadaan ini sebagai “pesta demokrasi” padahal mereka mengetahui dengan sungguh bahwa tidak ada satupun negara “demokratis” yang dapat berdiri tanpa pendidikan demokrasi bertahap terlebih dahulu.&lt;br /&gt; Sepuluh tahun bergulir, tak satupun perubahan berarti terjadi, hanya ada kemiskinan yang meningkat dan kebijakkan anti-rakyat dan anti-subsidi. Kemiskinan byata namun hanya menjadi wacana kampanye politikus-politikus “pesta demokrasi”.&lt;br /&gt; Dimanakah letak kesalahan rakyat ? 60 tahun lebih merdeka namun tetap miskin dan bodoh ? &lt;br /&gt; Ada yang menjawab kita masih negara baru maka belum bertaring. Bila demikian bagaiman dengan Jepang yang sama hancurnya setelah kalah perang dunia ? Bagaimana dengan korea?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Grand secret / rahasia besar :&lt;br /&gt;Baik jepang maupun Korea menerapakan filosofi pancasila dan jiwa anarki. &lt;br /&gt; Berikut perumusannya :&lt;br /&gt; Hal-hal yang perlu dibangun guna majunya suatu bangsa ialah pendidikan substansial dan spiritual serta yang terpenting “kognitif”. Rakyat yang maju ialah rakyat yang sadar akan pentingnya role  dirinya  sebagai individu vis a vis individu rakyat lain.&lt;br /&gt; Disinilah jiwa gotong royong menerobos semua pembodohan hingga kini. Baik sistem koperasi maupun spontanitas gotong royong telah berbenih sejak dahulu di bangsa Indonesia. Koperasi ditawarkan oleh Proudhon untuk menggantikan sistem ekonomi berbasis liberalism keperdataan barat di eropa dan, sistem bagi hasil (yang telah lama ada di padang) terbukti kauat dalam menghadapai krisis ekonomi dalam bank-bank syariah. &lt;br /&gt; Esprit de gotong- royong terbukti produktif, nilai kemasyarakatan luar biasa dan effeknya positif. Baik pemerintahan otoritarian 30 dekade maupun orde “pesta liberal” berusaha menghapuskan nilai-nilai ini melalui segala cara.&lt;br /&gt; Secara empiris, semua orang berusaha menduduki tahta kepresidenan, lambang puncak staatisme negeri ini en depit / walaupun negara telah bergeser format kelembagaanya kearah legislative heavy . &lt;br /&gt; Siapakah yang sekarang berhak atas pendidikan yang layak ?&lt;br /&gt; Masih saja para elite peliharaan otoritarian, mereka berhak menduduki ruangan ber-ac sedangkan rakyat sebenarnya bertelanjang kaki ke sekolah beralaskan tanah. Kelas ini telah menjelma menjadi tuan-tuan setelah tiga decade menjadi peliharaan.&lt;br /&gt; Akhirnya kini rakyat mulai sadar, dimana-mana staatisme mulai runtuh, rakyat bergerak secara spontan dalam crowd-crowd luar biasa dan berusaha mengahancurkan staatisme.&lt;br /&gt;Pergerakkan ini tidak boleh disia-siakan, rakyat haruslah di didik sehingga dapat membentuk komunitas-komunitas otonom yang cerdas baik spiritual, substansial dan terutama kognitif. Sudah saatnya mahasiswa meninggalkan patron-patron mereka dan memelopori revolusi perorangan dalam kesatuan. Mahasiswa sekarang bertugas mendidik rakyat menjadi mandiri, cerdas dan menjadi insane yang mampu mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam otonomitas dan bukan hanya menghapalnya.&lt;br /&gt;Setiap bentuk mob harus ditumbangkan dan rakyat harus merdeka dalam bergerak, spontan, cerdas dan berjiwa besar. Disinililah peran mahasiswa dalam menanamkan doktrin anarki Indonesia diharapkan.&lt;br /&gt;Doktrin anarki Indonesia bersifat konstruktif dan bertujuan membeskan bangsa dari pembodohan staatisme, penipuan “pesta-leberalisme” dan peng-khilafan fundementalisme.&lt;br /&gt;Point-point doktrin anarkindo hanya 6 :&lt;br /&gt;- Kemakmuran&lt;br /&gt;- Otonomitas&lt;br /&gt;- Trias Kecerdasan (kognitif, substansial dan spiritual)&lt;br /&gt;- Kesetiakawanan&lt;br /&gt;- Ketaqwaan religious-individual&lt;br /&gt;- Kebebasan&lt;br /&gt;Kembalilah menjadi manusia wahai bangsa Indonesia, tinggalkan anarki klasik yang destruktif, buang jauh-jauh staatisme, injak-injaklah demokrasi barat dan tolak fundemantalisme primordial. Kalian semua adalah manusia yang berarti, revolusi hidup dalam jiwa kalian masing-masing dan bukan milik siapapun.&lt;br /&gt; Hukum adalah apa yang kalian (rakyat semesta) hendaki, dengan berbekal iman individual maka terciptalah keadilan, tegakkan pengadilan rakyat yang merata. Pengadilan yang menghukum secara kebersamaan baik maling ayam maupun koruptor berdasi dengan seberat-beratnya.&lt;br /&gt; Vox Dei, Vox populis, suara rakyat otonom suara tuhan dan suara tuhan tidak membutuhkan sistem apapun untuk mengekangnya !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“LES PETITS ESPRITS SONT TROP BLESSES DES PETITES CHOSES; LES GRANDS ESPRITS LES VOIENT TOUTES, ET N’EN SONT POINT BLESSES”&lt;br /&gt; Berjiwa besarlah kaum akademika dan mari bergerak dalam otonomitas !!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-7865572494536606264?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/7865572494536606264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=7865572494536606264' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/7865572494536606264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/7865572494536606264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2008/08/anarki-kemakmuran-sosial-dalam.html' title='Anarki : kemakmuran sosial dalam otonomitas'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-6781986752591000483</id><published>2008-07-11T07:19:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T07:21:13.599-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah anarki'/><title type='text'>Sejarah Masyarkat Anarki Indonesia   </title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CYUSUFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CYUSUFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CYUSUFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Masyarakat nusantara – sebelum lahirnya Indonesia – memiliki struktur langgeng dalam kekuasaan. Kekuasaan hukum adat yang dikukuhkan oleh kepala adat tidaklah lain kumpulan dari keinginan masyarakat dan kepala adat hanya melakukan penetapan. Dengan kata lain, pada dasarnya masyarakat Indonesia bercorak anarki / a-otoritarisme. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Anarki disini harus diterjemahkan dalam artian yang telah dijelaskan sebelumnya yakni absensi kekuasaan repressif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Fakta mengejutkan ini sebenarnya eksis namun kemudian dikaburkan oleh bertahun-tahun penjajahan dan gejolak politik pasca kemerdekaan. Masyarakat a-otoritarisme ini dimungkinkan karena hukum berlaku dalam lingkup kesadaran masyarakat / materiil. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Di era pra-voc ini, kebebasan individu dan kebebasan politik sesungguhnya ditegakkan. Kedatangan VOC kapitalis klasik yang menghasilkan kemakmuran melalui jalur penindasan dan pembodohan meluluh lantahkan struktur tradisionil-a-otoritarian tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Introduksi hukum barat dalam masyarakat Indonesia dan institusionalisasi pengadilan agama menciptakan sebuah keadaan baru : legal state.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Disinilah awal mula berlakunya hukum yang dilatar belakangi motif penjajahan oleh kelas kapitalis Belanda. Ironisnya, sebagian besar hukum “penjajah” tersebut masih berlaku di Nusantara…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;TO BE CONTINUED……. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-6781986752591000483?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/6781986752591000483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=6781986752591000483' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/6781986752591000483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/6781986752591000483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2008/07/sejarah-masyarkat-anarki-indonesia.html' title='Sejarah Masyarkat Anarki Indonesia   '/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-5796124374413910892</id><published>2008-06-11T20:14:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T20:16:39.840-07:00</updated><title type='text'>ANARKI DI NUSANTARA</title><content type='html'>Tindakan kekerasan yang membabi buta dan tak terkendali sering didefinisikan dengan kata anarki. Padahal sendiri bukan berarti kekerasan secara absolut. Indonesia memiliki terminologi yang khas dalam mencerminkan tindakan membabi buta yakni “mengamuk”.&lt;br /&gt;Budaya mengamuk merupakan bagian dari tradisi bangsa yang secara antroplogis didapatkan dari filosofi “mengamati alam sekitarnya”. Binatang kerbau yang telah lama menjadi lambang sosialisme ala Indonesia  termasuk hewan yang memiliki karakter ‘mengamuk’ dalam keadaan tertentu.&lt;br /&gt;Tindakan “mengamuk” massa dalam sejarah Indonesia sendiri memilki tempat penting, sebagai contohnya, berkat amukan massa yang berskala nasional, komunisme dapat dibabat hingga akar-akarnya, bahkan melewati batas kewajaran. Sejarah terbaru – reformasi- tak luput dari kontribusi aksi ‘amuk’ massa. Setelah terjadinya penembakan mahasiswa trisakti, kelompok massa mengamuk terkoordinir dibawah “komandi bayangan” berhasil mengacaukan keadaan ibukota yang berakhir dengan penjarahan dan pembakaran simbol-simbol kapitalisme. Alhasil, pemerintahan despot Suharto berhasil diruntuhkan dan reformasi dicetuskan.&lt;br /&gt;Lantas alasan apakah yang membuat tindakan mengamuk dikonversikan menjadi tindakan anarki dan mengalami pejorasi dalam persepsi bangsa ?&lt;br /&gt;Dalam tinjauan sejarah dunia, khususnya eropa, dapat kita temukan bahwa gerakan insureksi melawan kapitalisme pertama kali di dunia dicetuskan bukan oleh kalangan komunis-marxis melainkan oleh kaum anarki. Kejadian-kejadian besar seperti la revolte des communard yang sempat menguasai kota Paris sebelum akhirnya diredamkan telah mendunia  menjadi simbol perjuangan sejati melawan kapitalisme.&lt;br /&gt;Sejak saat itu, kapitalisme dunia yang banyak didukung oleh gerakan zionis dunia,  liberal-kapitalis mengorganisasikan kembali diri dan melancarkan black propaganda melawan kaum anarki melalui media ilmu : kamus bahasa.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, media di tanah air yang sepenuhnya dimiliki oleh baik kapitalis barat maupun kapitalis negeri mengadopsi terminologi propaganda kapitalis barat tersebut. Pengulangan sebuah terminologi oleh media massa secara berturut-turut kepada sebuah bangsa yang jauh dari tingkat pendidikan yang manusiawi mengakibatkan terjadinya mispersepsi.&lt;br /&gt;Namun, kebiasaan “mangamuk” bangsa tak berubah mengikuti perubahan terminology, justru sebaliknya, bangsa Indonesia seolah menemukan ekspresi kebebasan dan jati diri bangsa dalam seni mengamuk.&lt;br /&gt;Seni mengamuk terjadi dalam keadaan tertentu dan tidak memerlukan komando selain emosi dan stimulasi berupa saran-saran anggota massa amukan. Tujuan amukanpun tidak terarah dan hanya megikuti spontantitas massa.&lt;br /&gt;Disinilah elemen-elemen dasar anarki timbul yakni : massa aksi, spontanitas, tanpa hierarki kepemimpinan. Massa amuk tak memerlukan komando tertentu selain rasa kesal dan dendam terhadap keadaan hidup, keputusasaan, kebosanan sosial (akibat penganguran), sifat dasar manusia sebagai pecinta kekerasan. Terkumpulnya massa juga terjadi secara spontan dan individualistis-kemasyarakatan dimana massa memiliki hubungan aksi dengan anggota massa lainya namun akan menjadi individu ketika menghadapi serangan terkoordinir aparat berwenang.&lt;br /&gt;Mengenai komando, sebuah aksi yang didalangi kelompok amuk massa tiada memerlukan seorang pemimpin selain suggesti dari anggota kelompok. Sebuah aksi pengebukkan maling dapat berakhir dengan pembakaran seperti halnya penjarahan menjadi pemerkosaan dan perusakan berat tanpa diperlukanya rantai komando ataupun perintah.&lt;br /&gt;Singkat kata, tindakan mengamuk dapat disamakan dengan gotong royong dalam kekerasan dan perusakkan dimana kepentingan individual anggota kelompok amukan maasa akhir mengikuti kepentingan kelompok secara keseluruhan. Hal ini menjelaskan alasan terjadinya kekerasan tambahan oleh warga dalam penangkapan penjahat oleh aparat keamanan yang dihadiri warga lingkungan, pembunuhan immoral (terhadap anak-anak dan wanita) dalam pembubaran aliran ideologi, agama atau sekte tertentu.&lt;br /&gt;Darimanakah datangnya keberanian anggota massa amuk ?&lt;br /&gt;Keberanian datang tak lain dari perasaan kesatuan anggota terhadap kelompoknya, dimana perasaan senasib, sepenangungan, dan sepertangungjawaban memberikan ilusi “kebal hukum” terhadap anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa yang membedakan anarki dengan amukan massa ?&lt;br /&gt;Doktrin anarki mengajarkan konsep perlawanan konstan terhadap penindasan dalam segala bentuknya baik langsung maupun tidak langsung. Penindasan langsung dapat terwujud dalam tindakan kesewenang-wenangan kelompok politik penguasa terhadap rakyat atau penjajahan sebuah rakyat-bangsa (nation-peuple) oleh bangsa lain.&lt;br /&gt;Penindasan berskala rnasional dilakukan oleh kekuasaan kapitalis-zionis dunia yang terbukti menundukkan hampir semua pemerintahan dunia bahkan yang mengaku sosialis-komunis sekalipun (ex: RRC). Pemerintahan neo-kapitalis ini kemudian menggunakan senjata politi (demokrasi) dan ekonomi (liberalisasi) mereka untuk menyerahkan secara bertahap negeri kepada kapitalisme dunia. Dalam lain hal, penindasan berskala internasional dilakukan oleh negara zionis-kapitalis-chauvinis Israel yang memperlakukan rakyat Palestina seperti binatang.&lt;br /&gt; Kehebatan kapitalisme Internasional terletak pada jaringan mereka dan kendali atas media. Berkat jaringan multi-media dan tingkat pendidikan bangsa yang tidak manusiawi , media kapitalis berhasil merubah persepsi Good menjadi Evil dan Evil menjadi Good sesuai dengan agenda penguasa masing-masing.&lt;br /&gt;Disinilah anarki memiliki arti, konsep perjuangan melawan penindasan yang tiada memandang suku, ras, agama membuatnya dapat diterima oelh siapapun. Anarki Indonesia tidak mengharapkan adanya perubahan sistem sosial tetapi mendorong terjadinya perlawanan melawan kesewenang-wenangan dan status quo. Konsep inilah yang membuat anarki lebih ditakuti kalangan kapitalis daripada gerakan fundementalis agama.&lt;br /&gt;Anarki tiada mengusung konsep negara khusus dan restorasi kekuasaan pengganti layaknya dalam mimpi utopis pan-islamisme. Anarki mendorong terjadinya perubahan melalui aksi langsung pada masyarakat oleh masyarakat itu sendiri tanpa menghiraukan campur tangan pemerintah atau kelompok berkuasa. Bagi kaum anarki, politik dan demokrasi merupakan ilusi yang dihadiahkan kaum kapitalis-liberal untuk meredam perasaan impoten politik rakyat dengan memungkinkan diadakanya partisipasi rakyat dalam pembagian kekuasaan yang sesunguhnya hanya melahirkan pelayan-pelayan kapitalis baru berhubung sistem sekarang ini rancangan dan miliki kapitalis dunia.&lt;br /&gt;Anarki memang terkadang menggunakan cara-cara yang analog dengan tindakan amuk hanya saja kaum anarki sendiri terdiri dari pemikir dan seniman yang anti-penindasan dan otoritarian. Perlawanan bersifat konstruktif untuk memeperbaiki nasib kolektivitas / kommunitas dan bukan menghancurkanya.&lt;br /&gt;            Anarki bukanlah merusak rambu-rambu jalan karena rasa kesal mealinkan merusak sistem yang menindas itu sendiri dengan tidak mematuhinya. Perlawanan bukanlah dilakukan terhadap kepemilikan tetapi terhadap pelindung kepemilikan.&lt;br /&gt;Berhubungan konsep anarki sangatlah luas, maka diperlukan diadakan doktrin yang bersifat rujukkan bagi anarki nusantara. Doktrin ini tiada mengikat dan bersifat terbuka sesuai dengan sifat anarki itu sendiri yang tiada mengenal hierarki kekuasaan (berbeda dengan kaum komunis).&lt;br /&gt;DOKTRIN INI BERNAMA DOKTRIN ANARKI INDONESIA ATAU DOKTRIN ANARKI NUSANTARA.&lt;br /&gt;Singkat kata, tindakan mengamuk merupakan ciri khas bangsa Indonesia dan bagian dari kebudayaan bangsa yang bila disalurkan dengan  benar dapat menjadi element of change yang konstruktif. Namun kalangan anarki tidak mengajarkan kekerasan murni melainkan cara mewujudkan keteraturan (order) melalui tindakan langsung (action diercte) dalam masyarakat dalam segala sektor. Amukan massa sekarang dikendalikan oleh kelompok-kelompok kekuasaan tertentu dan agen-agen intelijen sedangkan anggotanya berupa preman penganguran dan sampah masyarakat maka bila ada amukka massa itu bukanlah tindakan anarkis melainkan tidakan maker-amuk oleh persatuan preman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-5796124374413910892?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/5796124374413910892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=5796124374413910892' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/5796124374413910892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/5796124374413910892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2008/06/anarki-di-nusantara.html' title='ANARKI DI NUSANTARA'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4970457860110429103.post-9089663932943672028</id><published>2008-04-05T06:44:00.000-07:00</published><updated>2008-04-05T07:32:40.291-07:00</updated><title type='text'>Dasar-dasar Anarki (Pendahuluan)</title><content type='html'>Anarki merupakan sebuah filosofi dan teori perjuangan yang mengutamakan kebebasan manusia sebagai hakikat. Seperti kita ketahui, hampir semua sistem hukum dan kenegaraan di bumi ini berlandaskan pada aksio / rakyu / akal pemikiran manusia. Diluar sistem hukum berbasis rasio memang terdapat hukum berlandaskan hukum tuhan seperti syariah islam namun dalam applikasi masih sangat jarang. Untuk dapat memahami anarki beserta tujuanya haruslah dimengerti dasar hukum dan neagra itu sendiri. Tanpa mengerti esensi penindasan suatu sistem maka mustahil kita dapat memahami tujuan anarki itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I ) Berbagai Sistem Hukum Modern&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum-hukum yang dibentuk oleh negara-negara modern terbagi atas tiga pemusatan pikiran /dasar yaitu :&lt;br /&gt;1) Hukum dalam perspektif Ham&lt;br /&gt;2) Hukum dalam perspektif Ideologis&lt;br /&gt;3) Hukum dalam perspektif syariah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Bilamana hukum yang diterapkan bersifat antroposentris yaitu mengutamakan HAM maka sistem sepenuhnya mengunnakan akal/rasio dalam konstruksinya. Ciri-ciri utama dari Hukum-Ham ialah adanya konstitusi yang terkenal sebagai penjamin HAM dan pembatas kekuasaan negara. Namun, dapat kita lihat bahwa pada era kapitalisme-korporat, peran konstitusi sebenarnya hanyalah sebagai penjamin kepentingan kapitalis semata melalui hak dasar. Secara historis, deklarasi yang awalnya dimotori oleh rakyat marhaen semesta perancis tahun 1889 sebenarnya dimotori oleh kelas borjuis yang ingin merdeka dari kekuasaan raja, karena mereka ingin jadi raja-raja kecil. Melalui cara revolusi sistem dan penghapusan monarkilah rakyat borjuis menjadi kelas bangsawan. Pada kelanjutan, rakyat marginal pemberontaklah yang dihadapkan dengan pasukan pro-borjuis pengganti pasukan royalis. Konstitusi pembawa kebebasan menjadi dasar hukum-hukum penindasan berbasis rasio mengingat hukum canonique / gereja di eropa diabolisi dengan adanya revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hak turunan dari hak konstitusionil yang mustahil dimiliki oleh rakyat marginal yaitu hak kepemilikan. Proudhon pernah menyatakan : "la propriete c'est du vol" atau kepemilikan adalah pencurian.&lt;br /&gt;Secara empiris memang hak kepemilikan perdata dinikmati oleh kalangan terbatas (kelas borjuis dan kelas pekerja-birokrat / atas dan menegah keatas). Hak-hak ini secara hukum positif tak dapat digangu gugat (lihal teori hak kebendaan absolut dan pasal 2 KUHPER). Para apologis demokrasi-borjuis akan membela habis-habisan bahwa hak kepemilikan menguntungkan semua, karena semua dapat menikmatinya...apakah benar ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapankah kelas marginal dapat menikmati kepemilikan atas tanah sendiri, bila makan saja susah, rumah kontrak, dan utang menumpuk ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, hak kepemilikan merupakan jebakan logika hukum yang bila diaplikasikan hanya melindungi kelas yang berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya , hukum-HAM modern ialah hukum kaum borjuis-korporat yang sekuler dan liberal karena berlandaskan logika semu dan berdiri diatas ilusi kebenaran. Padahal hak-hak yang diciptakan tiada lain milik kelas-kelas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Hukum ideologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum dalam perspektif ideologis lahir dari pemikiran kaum sosialis yang emngharapakan keadilan melalui lembaga negara yang telah terstruktur oleh partai unik. Secara teoritis , terlihat sempurna, keadilan dicapai karena HAK seseorang sama dan berasal dari keals unik pula. Hanya saja dalam applikasi hukum idoelogis melahirkan diktator kejam dan sewena-wena karena memiliki legalisasi tanpa batas. Tiada seorangpun dapat membatasi kekausaan tunggal karena kekerasan menjadi alat politik yang sah dan dalam keadaan ini, ideologi milik alat tafsir ideologi : partai tunggal. Rasio membenarkan aksi penguasa yang dikatakan sebagai rakyat marginal juga. Sistem hukum ini dapat berjalan pada awalnya namun tak akan dapat bertahan lama karena tiada kepentingan selain dari kelas birokrat ideolog semata. Dengan waktu sistem ini akan membawa perperangan dan reformasi intern dan akhirnya menjadi sistem hukum-ham juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Hukum syariah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariah lebih luas pengertianya daripada religi karena mencakup norma-norma ketuhanan dalam segala bidang kehidupan dan bukan hanya ibadah. Sistem ini ialah sistem terbaik dalam teori namun tersulit dalam applikasi. Alasan sulitnya dalam applikasi ialah karena sistem ini berlandaskan iman dan takwa serta kepercayaan akan nilai keutamaan. Dengan kata lain, sistem ini dapat berjalan hanya dan hanya bila semua pelakunya berakhlak mulia, bilamana tidak maka akan berubah menjadi sistem totaliter berbasis ideologis. Digunakannya kata ideologis dikarenakan hukum islam dalam hal adanya penyimpangan akan menggutamakan rakyu dalam penafsiran suatu keadaan ketimpang sumber-sumber naas/teks resminya : Al-quran dan Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, sistem ini membutuhkan proses integrasi keagamaan yang panjang dalam kehidupan pribadi setiap individu yang menyebabkan sistem ini nyaris utopis dalam pengkategorian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas sistem hukum apakah yang dapat mejamin keadilan bagi semua manusia tanpa memaksanya menjadi budak sistem sosial atau sebaliknya menindas sebagian dari masyarakat sosial ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan dibahas pada bab penjelasan doktrin , selain itu akan dijelaskan mengenai pembodohan oleh sistem famialisme yang justru menimbulkan kemiskinan, dasar-dasar sindikalisme marhaen, letak modal dalam masyarakat, hakikat anarki sebagai pusat perjuangan, hak asasi tanpa penjamin ham, dll&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4970457860110429103-9089663932943672028?l=anarkindo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anarkindo.blogspot.com/feeds/9089663932943672028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4970457860110429103&amp;postID=9089663932943672028' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/9089663932943672028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4970457860110429103/posts/default/9089663932943672028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anarkindo.blogspot.com/2008/04/dasar-dasar-anarki-pendahuluan.html' title='Dasar-dasar Anarki (Pendahuluan)'/><author><name>Anark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17719436920894021446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_w0g4Cg7fwGc/STETiy0gNCI/AAAAAAAAAAM/drMWRo7G6Pg/S220/Back_Alone_by_ganooov.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
